RSST Berbagi

    

Pulau Lombok diguncang gempa berkekuatan 7 magnitudo pada Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 19.46 WITA. Gempa berpusat 18 Km barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman 32 Km. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga melansir peringatan terjadinya tsunami akibat gempa ini.

Gempa bermagnitudo 6,2 kembali mengguncang Lombok dengan kedalaman 12 Km yang berpusat di Lombok Utara pada Kamis siang, 9 Agustus 2018.

BMKG juga memprediksi masih akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan kecil dan tidak berpotensi tsunami.

Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan laporan dari BNPB dan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka. Akibat dari gempa ini, ribuan warga juga harus mengungsi, ribuan rumah dan bangunan rusak parah.

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada serta pemenuhan kebutuhan dasar.

BNPB juga menyatakan bahwa kebutuhan mendesak saat ini untuk masyarakat yang terdampak gempa adalah tenaga medis, air bersih, makanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya.

Bantuan kepada korban gempa ini terus mengalir, baik bantuan dari pemerintah, lembaga, pihak swasta, dan tim-tim relawan. RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) juga telah mengirimkan bantuan tanggap darurat ke lokasi. Tim medis RSST yang terdiri dari dokter speasialis, perawat, dan nutrisionis turut diberangkatkan ke Lombok guna membantu para korban. Selain itu bantuan yang diberikan  untuk para korban gempa berupa obat-obatan, alat medis habis pakai, dan bantuan logistik lainnya.

Seluruh keluarga besar civitas Hospitalia RSST turut berduka cita atas musibah gempa yang terjadi di Lombok, semoga selalu diberi ketabahan dan kesabaran yang luar biasa.

Leave a Comment