Perencanaan Makan pada Diabetes Mellitus

Tri Wiji Utami, S.Gz – Perencanaan makan merupakan salah satu pilar utama penanganan diabetes untuk mengontrol kadar gula darah. Ke-empat pilar itu adalah :

  1. Edukasi berkelanjutan
  2. Perencanaan makan
  3. Latihan jasmani
  4. Intervensi obat

Perencanaan makan dan latihan jasmani merupakan penanganan diabetes yang dianjurkan oleh dokter untuk mengendalikan kadar gula darah. Bila pelaksanaannya setelah 4-8 minggu pelaksanaannya ternyata gula darah belum terkendali dengan baik, baru diberikan obat hipoglikemik oral (OHO) atau suntikan insulin sesuai deangan indikasi.

Pengelolaan diabetes harus dilaksanakan secara mandiri holistic dan pemeliharaan mandiri seumur hidup karena diabetes mellitus merupakan penyakit metabolisme kronik. Bila hal ini dapat dikelola dengan baik oleh diabetes maka kualitas hidupnya akan terpelihara secara optimal dan terhindar dari berbagai komplikasi kronik diabetes. Akan tetapi, walaupun diabetes telah mendapat penyuluhan dan konsultasi tentang perencanna makan, lebih  dari 50% pasien tidak melaksanakannya.

Tujuan perencanaan makan dan prinsip 3 J, perencanaan makan pada diabetes bertujuan untuk : 

  1. Mempertahankan kadar gula dan lipid dalam batas normal.
  2. Mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.
  3. Mencegah komplikasi akut dan kronik.
  4. Meningkatkan kualitas hidup.

Agar mencapai tujuan sesuai dengan harapan, maka pelaksanaan pengaturan makan harus berpedoman pada prinsip  3 J, yaitu :

  1. Tepat Jumlah

Artinya asupan makan harus sesuai dengan kebutuhan untuk aktivitas fisik dan psikis. Dokter dan ahli gizi akan membantu anda menghitungkan kebutuhan energi anda.

  1. Tempat Jadwal

Dianjurkan untuk makan secara teratur 5-6 kali/hari yang terdiri dari 3x makan besar dan 2-3 kali makan kecil/selingan.

  1. Tepat Jenis

Dianjurkan untuk memilih makanan yang sehat (makanan sumber lemak yang baik, protein nabati, karbohidrat kompleks dan serat).

Komposisi makanan yang dianjurkan :

Makanan yang dianjurkan bagi diabetes adalah hidangan dengan komposisi yang seimbang dalam hal persentase karbohidrat, protein, lemak dan serat.

  • Karbohidrat

Komposisi karbohidrat 60-70% dari kebutuhan energi total dianjurkan konsumsi karbohidrat kompleks yaitu sumber karbohidrat yang mengandung serat tinggi serta membatasi konsumsi karbohidrat sederhana (gula pasir, madu, dll) dan karbohidrat jenis “Refined Carbohydrate” yang terdapat pada produk bakery seperti cake, roti halus, dan lain-lain. Kedua jenis korbahidrat ini memiliki indek glikemik tinggi sehingga cepat diserap dan dapat meningkatkan kadar gula darah. (Lihat tabel indeks glikemik bahan makanan).

  • Protein

Berkurangnya aktivitas insulin pada diabetes menghambat sintesis protein. Asupan protein 10-20% dari kebutuhan energi total. Sumber protein yang dianjurkan adalah ikan, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, tempe, tahu dan produk susu rendah lemak.

  • Lemak

Komposisi lemak 20-25% dari kebutuhan energi total. Peningkatan kadar lemak merupakan faktor risiko terjadinya ateroklerosis, oleh karena itu diet rendah lemak sangat baik bagi diabetes. Anjuran ADA (American Diabetes Association) maupun EASD (Europen Association for Study of Diabetes) asupan lemak <30% energi total dimana PUFA 10% dan lemak jenuh < 10%, kolestrol < 300 mg/ hari. Disarankan untuk mengkonsumsi ikan 2-3 kali/minggu dan meminimalkan konsumsi lemak trans.

  • Serat

Dalam konsesus PERKENI dianjurkan agar asupan serat 25 gr/hari. Sumber serat yang dianjurkan bagi diabetes adalah buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan sumber karbohidrat kompleks karena selain mengandung serat juga mengandung vitamin, mineral dan zat lain yang baik untuk kesehatan. (lihat tabel suplemen makanan yang dianjurkan bagi diabetisi).

  • Natrium

Asupan natrium pada diabetes dianjurkan tidak lebih dari 3000 mg/hari (setara 1 sendok the garam dapur). Sumber natrium di antaranya adalah garam dapur, vetsin, kecap, soda kue dan bahkan pengawet makanan (misal : natrium nitrit pada corned beff, dan lain-lain).

Diabetes Mellitus dan Sumber Rasa Manis

Bila membicarakan pengaturan makan bagi diabetes pastilah langsung menyebut gula pasir, gula merah, dan gula batu sebagai bahan makanan yang dilarang untuk konsumsi. Sebagai gantinya biasanya dianjurkan untuk menggunakan  pemanis buatan atau mengkonsumsi buah-buahan.

  • Sukrosa

Dipasaran sukrosa beredar dalam gula pasir dan gula merah. Sukrosa merupakan karbohidrat murni yang diyakini dapat diabsorbsi oleh saluran cerna dan langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah meningkat cepat dan dikwatirkan akan memperburuk pengendalian gula darah. Akan tetapi beberapa penilitian menunjukan bahwa pendapat tersebut kurang tepat. Penggunaan sukrosa sebagai bagian perencanaan makan tidak memperburuk pengendalian gula darah pada pasien DM Type 1 dan DM Type 2. Penggunaan sukrosa juga tidak mempengaruhi kadar HDL, LDL, kolesterol total dan trigliserid.

Jumlah sukrosa yang dianjurkan tidak lebih dari 5% kebutuhan energi total. Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa apabila dikonsumsi harus diperhitungkan sebagai pengganti karbohidrat makanan lain, bukan sekedar menambahkannya pada perencanaan makanan. Sebagai gambaran 1 penukar gula (1 sendok makan) dapat menggantikan 1 penukar buah (+/-buah pisang ambon). Sedikit gula untuk bumbu diperbolehkan.

  • Buah-buahan

Semua jenis buah boleh dikonsumsi oleh pasien diabetes walaupun rasanya manis dengan jumlah sesuai anjuran (4-5 penukar sehari). Buah-buahan dianjurkan untuk dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan sukrosa.

Pemanis buatan dan gula alternatif. Ada 2 jenis gula alternatif yang beredar dipasaran yaitu berkalori (seperti fruktosa, sorbitol, dan xylitol) dan yang tidak berkalori (seperti sakarin dan aspartame). Fruktosa menaikan gula darah plasma lebih kecil dari pada sukrosa dan karbohidrat jenis tepung-tepungan. Pemakaian fruktosa lebih dari 20% dari kebutuhan energi total dapat meningkatkan kadar kolestrol dan LDL. Sehingga sebaiknya pada orang dengan disiplidemia tidak mengkonsumsi fruktosa secara berlebihan. Tetapi fruktosa alami yang terdapat pada buah dan sayuran tetap aman dikonsumsi. Pemanis alternatif tidak berkalori sebaiknya dikonsumsi untuk memberi rasa manis pada minuman. Bila menggunakan pemanis ini untuk produk makanan sebaiknya memperhitungkan jumlah maksimal penggunaan dalam porsi makanan pemanis alternatif ini aman dikonsumsi selama tidak melebihi batas aman.

Contoh pengaturan makanan untuk diabetes (Diet DM 1700 Kalori)

Pagi :      

Jenis makanan Nasi / Penukar (1 ½ p), 1 gelas; Lauk Hewani (1p); Lauk Nabati (1p); Sayuran (bebas); Minyak (2p). Contoh menu : Nasi, Telur dadar, Oseng tempe, Sup oyong + wortel.

Pukul 10.00 WIB :

Buah (1p), 1 potong sedang, contoh : pepaya.

Siang :

Jenis Makanan Nasi (2p), 1 ½ gelas; Lauk hewani (1p), 1 potong sedang; Lauk nabati (1p), 2 potong sedang; Sayuran (bebas); Buah (1p), 1 buah; Minyak (2p), 1 sdm. Contoh menu : Nasi, Ikan bakar, Tempe goring, Sayur asem, Jeruk manis.

Pukul 16.00 WIB :

Buah (1p); 1 buah, contoh : pisang rebus.

Malam :

Jenis Makanan Nasi (2p), 1 ½ gelas; Lauk hewani (1p) 1 potong sedang; Lauk nabati (1p), 1 potong sedang; Sayuran (bebas); Buah (1p), 1 buah; Minyak (2p), 1 sdm. Contoh menu : Nasi, Ayam rica-rica, Tahu goring, Cap cay sayuran, Pisang Ambon.

Indeks Glikemik Beberapa Bahan Makanan :

  1. Sumber Karbohidrat : Beras ketan (87,06); Beras merah (70,20); Beras giling (51,8 – 52,84); Kentang (40-67,71); Roti (67,25); Singkong (94,46).
  2. Sumber Protein : Kacang tanah (7,9 – 8,46); Kacang hijau (28,87); Tempe (-3); Tahu (-2).
  3. Buah-buahan : Pisang raja (57,10); Pepaya (37); Sawo (43,86), Nangka (63,97); Nanas (61,61); Jeruk pontianak (40,32).

Keterangan :

Indeks glikemik rendah : < 70

Indeks glikemik sedang : 70 – 90

Indeks glikemik tinggi : > 90

Suplemen untuk Diabetisi :

  1. Makanan sumber kromium (untuk memperbaiki kerja insulin) merica, apel, brokoli, udang (beserta kulit), kacang-kacangan.
  2. Makanan sumber antioksidan

TKW  : tomat, kacang-kacangan, wortel

PJKA : papaya, jeruk, kurma, apel

BK      : brokoli, kol / kubis