Pengaruh, Dampak dan Komplikasi Penyalahgunaan NAPZA

dr. Abu Haris Assiediqie, Sp.KJ – Pengaruh Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) berbeda pada setiap orang, bergantung pada beberapa faktor : jenis yang digunakan, jumlah atau dosis yang dipakai, frekuensi pemakaian, cara pemakaian (diminum, dihisap, disuntik, ditempel, dan lain-lain), beberapa Napza yang digunakan bersamaan, pengalaman pemakaian sebelumnya, kondisi fisik pemakai, kepribadian pemakai, harapan pemakai tehadap efek Napza dan suasana lingkungan dimana Napza digunakan.

Napza berpengaruh buruk pada manusia seperti gangguan daya ingat (mudah lupa), gangguan perasaan dan kemampuan otak untuk menerima, memilah dan mengolah informasi, (tidak dapat bertindak rasional), gangguan persepsi (menimbulkan ilusi dan halusinasi), gangguan motivasi (malas belajar dan bekerja dengan akibat prestasi sekolah menurun, berubahnya nilai-nilai yang dianut semula) gangguan kendali diri (tidak mampu membedakan mana yang baik dan tidak).

Keadaan di atas dapat terjadi karena adanya gejala : Intoksikasi (keracunan), pasien menunjukkan tingkah laku menyimpang (mal adaptif) yang terjadi segera sesudah menggunakan Napza. Umumnya dengan pemeriksaan urinalis (air seni) dapat menunjukkan hasil positif, artinya terbukti bahwa Napza terdapat di dalam tubuh pasien. Keracunan yang diderita pasien menimbulkan gejala klinis yang berbeda-beda, misalnya :

  1. Intoksikasi Kanabis (ganja) dapat menimbulkan perasaan melambung, perubahan proses berpikir, Inkoheren dan asosiasi longgar, bicara cepat atau malah sulit bicara. Dan bisa juga terjadi rasa percaya diri meningkat, disorientasi, halusinasi visual dan pendengaran, menurunnya perhatian dan konsentrasi, mengantuk. Serta yang lainnya dapat terjadi mual, diare, haus, nafsu makan, meningkat, parestesi, perasaan berat di kepala, pusing.
  2. Intoksikasi Obat Tidur (sedatif hipnotika) dan alkohol dapat menyebabkan berkurangnya pengendalian diri atau hilang, sehingga lepas kendali diri, agresif, mudah tersinggung, terlibat dalam pertengkaran dan perkelahian dengan resiko terluka atau melukai orang lain.
  3. Intoksikasi Stimulansia (amfetamin, ekstasi, shabu, dan kokain) bisa menyebabkan denyut nadi bertambah cepat, tekanan darah, meningkat, mual, muntah, cenderung berkelahi, kewaspadaan meningkatkan . Pada Instoksikasi ekstasi ini ada juga gejala mulut kering, tak bisa diam, selalu ingin bergerak, rahang berkerut, gemetar, bola mata bergerak.
  1. Intoksikasi Opioida (Heroin, Putaw, Morfin) dapat menyebabkan bicara cadel, jalan sempoyongan, gerak lamban, euforia bila sudah biasa atau disforia bila baru pertama kali, apatis, mengantuk, perhatian dan daya ingat terganggu kelebihan dosis (over dosis) juga dapat menimbulkan gejala berbeda-beda, di antaranya :
  2. Kelebihan Heroin dan Putaw dapat menyebabkan penekanan sistem pernafasan, sehingga dapat berakibat kematian.
  3. Kelebihan dosis amfetamin (ekstasi danshsbu) dapat menyebabkan kematian akibat pecahnya pembuluh darah otak.

Sindrom ini dapat menyebabkan ketergantungan baik fisik maupun psikologik bila pemakainya terus menerus dan dalam jumlah banyak. Ketergantungan fisik dapat diketahui dari adanya toleransi dan atau gejala putus zat (withdrawal symptom) maksudnya dari Tolenransi : menurunnya pengaruh Napza setelah pemakaian berulang sehingga tubuh. Membutuhkan jumlah / takaran yang lebih besar lagi, agar timbul pengaruh atau efek yang sama. Gejala putus zat, gejala ini timbul karena seseorang menghentikan sama sekali penggunaan Napza dan penurunan dosis setelah penggunaan dalam jangka lama juga berakibat menimbulkan gejala putus zat. Sedangkan ketergantungan psikologis adalah keadaan karena adanya keinginan atau dorongan yang tak bertahankan (kompulsif) untuk menggunakan Napza (adanya perasaan rindu, kangen, sugesti).

Komplikasi medik (fisik) psikiatri (jiwa)

Penyalahgunaan Napza dapat menimbulkan adanya gangguan psikiatri lain (komorbiditas atau dual diagnosis yang akan menyulitkan upaya terapi maupun rehabilitasi.

Komorbiditasnya yaitu :

  1. Gangguan tidur, gangguan fungsi seksual, cemas, depresi berat, pada penyalahgunaan heroin atau putaw.
  2. Paranoid (perasaan curiga berlebihan), psikosis, depresi berat kadang-kadang percobaan bunuh diri, mania agitasi, cemas sampai panik, keadaan ini dijumpai pada penyalahgunaan stimulansia seperti amfetamin, ekstasi, shabu, kokain.
  3. Gangguan psikotik, gangguan cemas, paranoid, kehilangan motivasi, acuh tak acuh dan gangguan daya ingat. Ditemukan pada pengguna ganja.
  4. Depresi, cemas sampai panik dan paranoid dapat dilihat para pengguna alkohol dan sedatif-hipnotika.

 

Dampak Sosial

Ketergantungan penyalahgunaan Napza dapat berdampak sosial, di antaranya :

  1. Di lingkungan keluarga, suasana nyaman yang terganggu, sering terjadi pertengkaran, marah yang tak terkendali, dan mudah tersinggung. Serta perilaku menyimpang anak meningkatkan. Putus sekolah atau menganggur karena dikeluarkan sekolah, meningkatnya pengeluaran orang tua karena besarnya dana pengobatan.
  2. Di sekolah dapat merusak disiplin dan motivasi belajar, meningkatnya tingkat kenakalan mempengaruhi peningkatan penyalahgunaan.
  3. Di masyarakat dapat tercipta pasar gelap, pengedar atau bandar sering menggunakan perantara remaja atau siswa, meningkatnya kejahatan, meningkatnya kecelakaan lalu lintas, dan menurunnya daya tahan sosial.