Mencegah Kebakaran Pada Kegiatan Sehari-hari

Tim K3RS – Setelah musim hujan berlalu, datanglah musim panas. Di area-area tertentu, musim panas akan menyebabkan iklim yang sangat kering, dengan suhu yang cukup tinggi sehingga memudahkan terjadinya kebakaran.

Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita kehendaki, merugikan pada umumnya sukar dikendalikan (Perda DKI, 1992).

Nah, untuk itu ada baiknya kita pelajari tips-tips berikut ini sebagai bekal kita menghadapi musim panas. Dengan bekal ini, diharapkan kita semua akan dapat menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa sekarang dan mendatang.

Mencegah Kebakaran Sewaktu Memasak

  1. Jangan meninggalkan peralatan masak dalam keadaan menyala.
  2. Jauhkan benda-benda yang dapat terbakar (kain, kertas, minyak, dan lain-lain).
  3. Selalu waspada, misalnya adanya kebocoran gas dari tabung LPG.

 Mencegah Kebakaran Karena Merokok

  1. Merokok di luar rumah, jauh dari bahan yang mudah terbakar (bensin, minyak tanah, kertas, kayu, kain, dan lain-lain).
  2. Gunakan asbak rokok yang sesuai, letakan di tempat yang stabil, seperti meja.
  3. Matikan puntung rokok sebelum dibuang di tempat sampah.

Mencegah Kebakaran Karena Lilin

  1. Jangan pernah meninggalkan lilin menyala tanpa pengawasan.
  2. Jangan biarkan anak-anak bermain-main dengan lilin menyala.
  3. Gunakan tempat meletakkan lilin dari bahan yang tahan panas dan api, seperti metal atau kaca. Jangan meletakkan lilin di tempat yang mudah terbakar.
  4. Matikan lilin jika tidak ada orang dewasa yang mengawasi.

Mencegah Kebakaran Disebabkan Bensin atau B3 yang Mudah Terbakar

  1. Simpan bensin di tempat penyimpanan yang sesuai untuk bahan mudah terbakar.
  2. Pastikan ventilasi ruangan baik, jangan sampai pengap karena bisa menyebabkan terjadinya kebakaran karena mengandung unsur O2, panas dan bahan bakar).
  3. Jangan simpan di dalam rumah.
  4. Gunakan bensin hanya untuk bahan bakar motor, tidak untuk yang lainnya.
  5. Jangan tinggalkan jerigen botol, atau tempat bahan berbahaya, beracun dan mudah terbakar dalam keadaan terbuka tutupnya.
  6. Jauhkan dari anak-anak setelah digunakan. Hindari hubungan peralatan listrik rumah tangga yang terlalu banyak di satu plug.

Mencegah Terjadinya Kebakaran Listrik

  1. Pastikan pemasangan listrik anda terdaftar di PLN. Secara legal instalatir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi.
  2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.
  3. Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar walaupun harganya murah. Tetapi memiliki sertifikat Sistim Pengawasan Mutu (SPM) yang berlabel tulisan.
  4. Jika sering putus jangan menyambungnya dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu.
  5. Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi pembungkus kabel, bila ada isolasi yang terkupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian. Gantilah instalasi rumah / bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali. Pekerjaan pemeriksaan dan penggantian sebaiknya dilakukan oleh instalatir yang terdaftar di PLN.
  6. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.
  7. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Mini Circuit Breaker (MCB) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air bila masih ada arus listrik.
  8. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. PLN telah memasang MCB yang terpadu dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek.
  9. Hindari pemakaian listrik secara illegal karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan itu juga tergolong tindak kejahatan yang dipidanakan.