Manfaat Olahraga pada Penderita Asthma

dr. Zakiah Novianti, Sp.P, M.Kes – Asthma adalah masalah kesehatan global yang serius dengan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan karena dapat meningkatkan biaya pada saat perawatan kesehatan. Asthma perlu mendapat perhatian karena penyakit Asthma dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan beban ekonomi.

Tujuan terpenting penatalaksanaan Asthma adalah untuk mencapai dan mempertahankan kontrol Asthma. Kontrol Asthma yang buruk berhubungan dengan penurunan bermakna dari kualitas hidup. Salah satu cara meningkatkan kualitas hidup pada penderita Asthma adalah dengan melakukan olahraga. Olahraga bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. The Center For Disease Control And Prevention dan The American College Of Sports Medicine merekomendasikan olahraga selama 30 menit sehari dan tidak harus berturut-turut untuk meningkatkan kualitas hidup.

Senam Asthma Indonesia merupakan salah satu penunjang pengobatan Asthma. Senam Asthma terdiri dari gerakan tubuh untuk membantu rehabilitasi paru khususnya pada pasien Asthma. Gerakan senam Asthma termasuk latihan aerobik yang bertujuan untuk :

–    Melatih dan mengontrol ekspirasi dan inspirasi.

–    Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.

–    Melatih ekspektorasi yang efektif.

–    Meningkatkan sirkulasi darah.

–    Mempercepat dan mempertahankan Asthma terkontrol.

–    Meningkatkan kualitas hidup.

Prinsip senam Asthma adalah melatih dan memperkuat otot pernapasan yang bermanfaat apabila dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam minimal 30 menit selama minimal enam minggu.

Syarat mengikuti senam Asthma yaitu tidak dalam serangan Asthma, tidak dalam kondisi gagal jantung dan tidak dalam kondisi kesehatan yang menurun (flu, kurang tidur, baru sembuh dari sakit).

Manfaat senam dalam pengobatan Asthma adalah agar otot pernapasan menjadi kuat lentur dan terlatih sehingga dapat bernapas yang benar bila terjadi serangan Asthma, mudah batuk dan ekspektorasi, mencegah serangan Asthma, aktifitas fisik menjadi maksimal serta kualitas hidup lebih baik.

Latihan bagi penderita Asthma umumnya dilakukan dengan takaran berkisar 60-90% dari kekuatan maksimal peserta. Lama latihan kurang lebih satu jam, terbagi atas beberapa gerakan yaitu pemanasan selama 10-15 menit, latihan inti 30 menit, aerobik selama 5 menit, dan pendinginan selama 5 menit. Dalam satu minggu dianjurkan minimal tiga kali latihan. Latihan menahan napas penting sekali bagi penderita Asthma karena aliran darah ke jantung dapat dihambat.

Tahapan gerakan senam Asthma adalah sebagai berikut :

  1. Posisi doa. Berdoa mengaktifkan sistem limbik di otak yang merupakan pusat pengatur relaksasi, pengendali sistem saraf otonom, denyut jantung, tekanan darah, dan metabolisme tubuh sehingga dapat menghilangkan stres dan menenangkan tubuh.
  2. Gerakan pemanasan selama 5 menit dan peregangan selama 7 menit bertujuan agar otot-otot tidak langsung digunakan secara berlebihan karena dapat menyebabkan kerusakan otot akibat terbentuknya radikal bebas.
  3. Gerakan inti A dilakukan selama 10 menit yang bertujuan untuk melatih otot-otot pernapasan. Setiap gerakan inti A selalu diikuti dengan menarik dan mengeluarkan napas dalam. Gerakan menarik napas dimulai dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut seperti meniup lilin. Waktu yang diperlukan untuk menarik napas lebih pendek daripada mengeluarkan napas. Teknik bernapas dalam dan lambat merangsang aktivitas parasimpatis sehingga terjadi kondisi relaksasi yang menurukan kecemasan.
  4. Gerakan inti B selama 10 menit yang pada dasarnya fungsi gerakan sama dengan gerakan inti A, namun dengan intensitas lebih tinggi bertujuan untuk merelaksasi otot pernapasan setelah otot berkontraksi maksimal sehingga terjadi kondisi relaks secara fisik dan psikis. Otot akan menjadi santai sehingga mempermudah pernapasan dan ekspektorasi.
  5. Gerakan aerobik bertujuan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 yang tinggi sehingga meningkatkan hembusan napas.
  6. Gerakan pendinginan terdiri dari gerakan-gerakan lambat dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas perlahan  sehingga otot kembali ke keadaan semula.