Kenali Gejala Stroke Sejak Dini

dr. Rinaras Anggraini, M.Sc, Sp.S – Stroke seringkali menjadi momok sebagian orang. Karena stroke adalah keadaan darurat medis dimana sel otak dapat mati dalam hitungan menit. Stroke merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Tanpa darah otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Ketika sebagian area otak mati, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi.

Jenis-jenis Stroke :

  1. Stroke Perdarahan (Hemogarik), adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh pada saat melakukan aktivitas, namun bisa juga terjadi darah otak pada daerah tertentu, biasanya terjadi saat istirahat. Kesadaran pasien umumnya menurun.
  2. Stroke Penyumbatan (Iskemik), biasanya terjadi setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau di pagi hari. Kesadaran pasien biasanya masih cukup baik. Stroke iskemik memiliki kejadian yang lebih sering dibandingkan dengan stroke hemoragik, namun stroke hemoragik membunuh lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik.

Faktor Risiko Stroke :

Faktor risiko yang dapat mengakibatkan stroke antara lain :

  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit kencing manis
  • Kolesterol tinggi
  • Kelainan pembekuan darah
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas
  • Stres
  • Usia lanjut
  • Kurang aktivitas

Tanda dan Gejala Stroke :

  • Kelemahan mendadak, mati rasa, kesemutan pada muka, lengan, atau kaki sesisi.
  • Kehilangan kemampuan berbicara secara tiba-tiba atau kesulitan memahami perkataan.
  • Kehilangan penglihatan mendadak pada sebelah atau kedua mata.
  • Sakit kepala hebat mendadak.
  • Penurunan kesadaran
  • Kesulitan menelan
  • Tersedak waktu makan atau minum.
  • Gangguan emosi atau daya ingat.
  • Kejang

Kenali Tanda-tanda Stroke (SeGeRaKeRS) :

Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba.

Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.

bicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/tidak nyambung.

Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh.

Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba.

Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya.

*Sumber : Kit Informasi Penyakit Stroke – Kementerian Kesehatan RI

Pencegahan Stroke :

  • Menghindari stres
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menerapkan pola makan sehat.
  • Olahraga teratur
  • Kontrol teratur bila mengidap penyakit darah tinggi (Hipertensi), kencing manis (Diabetes Mellitus), kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan lain-lain.
  • Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter.

Pengobatan Stroke :

Tergantung pada kondisi yang dialami pasien. Dokter dapat memberikan obat-obatan atau melakukan operasi.

  • Masalah kecepatan waktu penanganan merupakan aspek terpenting dalam manajemen stroke.
  • Masalah kecepatan waktu sangat mempengaruhi besarnya kerusakan yang akan terjadi.
  • Waktu untuk penanganan stroke juga penting untuk menentukan jenis terapi yang tepat untuk pasien.

Bila menemukan orang yang mengalami stroke :

  • Jangan memberi makan/minum sampai dipastikan sudah sadar atau tidak ada gangguan menelan, karena dapat mengakibatkan tersedak dan menutup jalan nafas.
  • Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat, bila memungkinkan dalam waktu ˂2 jam (Golden Period).

Untuk pemulihan kondisi pasien dianjurkan menjalani fisioterapi, dan diikuti terapi psikologis apabila diperlukan.

PENTING !

Mengenali ciri-ciri orang yang terkena serangan stroke agar dapat segera dibawa ke RS sebelum 2 jam berlalu sejak serangan stroke. Jika terlambat penanganannya atau lebih dari 4,5 jam maka stroke akan menjadi lebih parah bahkan berisiko kematian atau kecacatan permanen.