Kebutuhan Nutrisi untuk Menjaga Kesehatan Mata

Klaten – World Sight Day (Hari Penglihatan Sedunia) diperingati pada hari kamis kedua bulan Oktober. Hari Penglihatan Sedunia adalah hari kepedulian internasional terhadap isu-isu global yang berkaitan dengan masalah kebutaan dan gangguan penglihatan yang diderita oleh penduduk dunia. Peringatan Hari Penglihatan Sedunia ini akan terasa lengkap jika kita membahas seputar kesehatan mata.

Nah, kira-kira apa saja ya yang harus kita lakukan agar mata kita tetap sehat dan dapat melihat semua warna serta keindahan dunia ini?

Mata merupakan salah satu organ penting yang cukup kompleks dan memiliki fungsi sangat krusial. Selain itu, mata adalah bagian tubuh yang memiliki daya tarik tersendiri bagi manusia, sehingga tidak jarang mata diibaratkan sebagai identitas diri seseorang. Beberapa penemuan terbaru mengungkapkan bahwa pola hidup sehat dan konsumsi pangan kaya antioksidan berperan mencegah atau menunda kerusakan penglihatan. Mata seperti halnya organ lain perlu dipelihara dan ditingkatkan kesehatannya dengan nutrisi. Apa yang seseorang makan juga berpengaruh terhadap kesehatan matanya?

Yuk, kita bahas bersama seputar kebutuhan nutrisi untuk kesehatan mata ini.

Hubungan antara nutrisi dengan mata sama dengan hubungan antara nutrisi dengan bagian tubuh lainnya karena pada dasarnya semua bagian tubuh bekerja sebagai satu kesatuan sehingga apa yang kita makan, apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita akan berhubungan dan berdampak satu sama lain. Makanan yang sehat sangat penting baik itu untuk kesehatan secara umum maupun kesehatan mata. Makanan yang sehat membantu tubuh untuk tumbuh, beregenerasi, perbaikan jaringan yang rusak serta perlindungan terhadap berbagai infeksi. Penyebab penyakit makular atau penyakit mata belum sepenuhnya dipahami, namun para ilmuwan percaya bahwa terdapat kombinasi faktor yang berperan seperti faktor genetik, usia, diet (pola makan), merokok dan paparan sinar matahari.

Ada beberapa kandungan gizi yang baik untuk kesehatan mata antara lain vitamin A (beta karoten), vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin dan asam lemak omega 3. Seperti yang kita tahu bahwa vitamin A mempunyai fungsi utama membantu metabolisme sel di retina untuk beradaptasi dengan cahaya terang dan gelap, selain itu vitamin A juga dapat mencegah pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel retina dan lensa mata. Vitamin C dan vitamin E sama-sama bersifat sebagai antioksidan yang dapat menjaga sel terutama sel-sel mata dari kerusakan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pemenuhan kebutuhan vitamin C setiap hari dapat menurunkan resiko terkena katarak. Vitamin E juga berperan untuk mencegah penyakit katarak dan penyakit mata karena faktor usia dengan melawan radikal bebas perusak jaringan.  Luthein dan zeaxanthin juga merupakan jenis antioksidan berfungsi untuk melindungi mata dari sinar energi tinggi yang dapat membahayakan mata contohnya adalah sinar ultraviolet dari sinar matahari. Lutein dan zeaxanthin dapat diibaratkan sebagai bodyguard atau pelindung lensa mata terhadap serangan radikal bebas. Asam lemak omega 3 dapat membantu mengurangi peradangan pada mata kering dan membantu mencegah padangan mata menjadi kabur. Penelitian mengungkapkan bahwa asam lemak omega 3 ternyata dapat meningkatkan kesehatan mata. Contoh asam lemak omega 3 adalah DHA, EPA, dan ALA.

Beberapa hal terkait kebutuhan nutrisi untuk menjaga kesehatan mata tersebut merupakan materi yang disampaikan dalam kegiatan siaran kesehatan di Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Kab. Klaten pada Rabu, 10 Oktober 2018 dengan narasumber Desy Dwi Hapsari, S.Gz dari Instalasi Gizi sebagai upaya promotif dan preventif kepada masyarakat umum khususnya di wilayah Klaten.

Pada siaran kesehatan RSPD ini, disampaikan juga mengenai materi tentang informasi pelayanan klinik mata di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) oleh Martha Christa Uli Br.H., A.Md dari Instalasi Pemasaran dan Humas.

Materi disampaikan secara dialog interaktif selama kurang lebih 30 menit. Kegiatan siaran kesehatan rutin dilaksankan di RSPD Klaten setiap bulan sekali di hari Rabu minggu pertama sesuai dengan program kerja Unit Promosi Kesehatan Masyarakat (PKRS) RSST.