Kalkulus atau Karang Gigi

Fitriyah Utami, AMKG – Kesehatan gigi dan mulut bagi sebagian masyarakat dianggap tidak begitu penting. Karena menurut masyarakat sakit gigi itu tidak menimbulkan kematian. Padahal kesehatan gigi dan mulut sangat penting, karena mulut merupakan pintu masuk kuman dan bakteri.  Bisa dibayangkan jika gigi dan mulut kita tidak sehat, pasti akan terbawa masuk ke dalam perut kita. Untuk kali ini, saya ingin membahas tentang kalkulus atau karang gigi. Seperti iklan pasta gigi, ‘sudahkah anda menggosok gigi hari ini?’. Mungkin itu sudah sering kita dengar dan kita kerjakan. Tapi bagaimana jika slogan kita ubah.

‘Pernahkah anda melakukan skaling?’ Nah, karena alasan itulah, saya ingin mengulas tentang kalkulus, karena ada sebagian masyarakat dalam hidupnya belum pernah skaling atau membersihkan karang gigi. Dan lamanya bisa berpuluh-puluh tahun. Bisa dibayangkan, sebanyak apa karang gigi yang ada. Dan dampaknya terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut. Untuk itu, saya ingin mengulas sedikit tentang karang gigi. Pengertian kalkulus atau karang gigi sendiri yaitu plak dental yang terkalsifikasi yang melekat erat pada permukaan gigi.

Kalkulus sendiri dibagi menjadi 2 (dua), yaitu kalkulus supra gingiva dan kalkulus sub gingiva. Kalkulus supra gingiva adalah kalkulus yang letaknya berada di atas gingiva, berwarna kekuningan, cukup keras, rapuh dan mudah dilepas dari gigi dengan alat khusus. Sedangkan kalkulus sub gingiva adalah kalkulus yang letaknya berada di dalam gusi, sehingga tidak tampak jika dilihat secara langsung. Berwarna hitam, keras dan melekat erat pada permukaan akar gigi.

Untuk proses pembentukan kalkulus sendiri diawali dari adanya plak gigi. Setelah kita menggosok gigi, pada permukaan gigi akan terbentuk suatu lapisan tipis dan bening yang disebut dengan pelikel. Nah, pelikel ini sendiri belum ditumbuhi kuman. Dan apabila pelikel ini sudah ditumbuhi kuman, maka disebut dengan plak. Jadi plak berisi kumpulan sisa makanan, bakteri, sejumlah protein dan air ludah. Plak akan selalu ada, karena pembentukannya selalu terjadi setiap saat, dan akan hilang jika menggosok gigi. Nah plak yang dibiarkan, lama kelamaan akan terkalsifikasi dan mengeras sehingga menjadi karang gigi.

Akibat yang bisa ditimbulkan oleh karang gigi, di antaranya :

  1. Halitosis atau Bau Mulut

Orang yang dengan kondisi gigi dan mulut yang dipenuhi karang gigi, meskipun dia sangat rajin gosok gigi, dia akan merasa mulutnya bau. Begitupun dengan orang di sekitarnya. Juga akan merasakan hal yang sama. Sehingga akan menyebabkan ketidaknyamanan terhadap lawan bicara. Dan juga membuat orang jadi kehilangan rasa percaya diri karena bau mulut tadi.

  1. Gingivitis

Atau disebut juga radang gusi. Yaitu suatu proses peradangan yang terjadi pada gingiva. Ditandai dengan gusi yang berwarna kemerahan, bengkak dan sering berdarah.

  1. Gigi Menjadi Goyah

Tadi disebutkan kalau karang gigi menjadi tempat bersarangnya kuman. Nah, kuman ini menyebabkan infeksi. Baik pada gusi ataupun jaringan pendukung gigi. Yaitu tulang alveolar. Padahal tulang alveolar itu berfungsi sebagai pengikat gigi. Karena tulang alveolar terinfeksi lama lama menjadi teresorbsi. Sehingga tulang alveolar semakin berkurang. Kadang jika alveolar tinggal sepertiga bagian dari akar, biasanya gigi menjadi goyah. Makanya tidak jarang kita temui, pasien umurnya masih muda, tapi kegoyahan gigi hampir menyeluruh. Hal itu bisa diakibatkan karena adamya karang gigi yang tidak pernah di bersihkan. Dan itu seungguh sangat disayangkan.

  1. Fokal Infeksi

Tadi di atas disebutkan kalau kuman yang menginfeksi jaringan penyangga gigi juga bisa menyebar ke organ-organ tubuh yang lain melalui pembuluh darah. Kuman tersebut bisa menyebar ke jantung, paru-paru, tulang, ginjal, dan lain sebagainya. Sehingga mengakibatkan penyakit sistemik.

Dari ulasan di atas kita dapat mengetahui bahaya yang bisa ditimbulkan karang gigi. Jadi masalah karang gigi tidak bisa kita anggap sepele. Nah, bagaimanakah cara kita menjaga keseharan gigi dan mulut termasuk menjaga supaya tidak cepat muncul karang gigi, diantaranya :

  1. Gosok gigi secara benar.

Cara gosok gigi yang benar pada prinsipnya arahnya mulai dari gusi ke gigi. Jadi untuk gigi bawah arah gosok gigi ke atas. Sikat gigi kita posisikan awal berada di gusi kemudian kita tarik ke atas ke arah gigi. Menggosoknya pun tidak boleh terlalu keras. Kemudian untuk permukaan gigi yang menghadap lidah juga kita gosok. Caranya sama, kita congkel arah keluar, dimulai dari gusi ke arah luar.

Untuk gigi sebelah atas berarti arah gosok giginya ke bawah, searah. Dimulai dari gusi ke arah gigi. Begitu juga pada permukaan gigi yang menghadap langit-langit juga kita gosok. Caranya juga sama kita congkel dari gusi ke arah luar.

Sikat selalu mulai kita letakkan pada gusi untuk mendapatkan tekanan yang pas. Karena jika gusi sakit berarti tekanannya terlalu keras. Kapan waktu yang benar untuk gosok gigi?. Waktu yang benar untuk gosok gigi adalah sesudah makan, disini artinya makan besar atau makan nasi dan sebelum tidur malam. Dan untuk pemilahan sikat gigi yang benar yaitu yang ujung kepala sikat mengecil dan bulu sikatnya yang halus.

  1. Membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau benang gigi.
  2. Perbanyak makan sayur dan buah.
  3. Hindari makan makanan dan minuman yang manis dan lengket.
  4. Stop merokok. Karena rokok merusak jaringan penyangga gigi yang bisa mengakibatkan gigi goyah. Dan juga membuat stain / pewarnaan ekstrinsik pada gigi sehingga gigi menjadi kotor berwarna kecoklatan.
  5. Skaling atau membersihkan karang gigi dengan menggunakan alat scaler. Skaling bisa dilakukan di puskesmas, klinik gigi ataupun di RS.
  6. Periksa gigi minimal 6 bulan sekali. Dengan pemeriksaan gigi rutin, gangguan pada gigi dapat terdeteksi lebih awal sehingga lebih mudah ditangani.

Dari ulasan di atas sebetulnya cara yang paling mudah dan murah adalah dengan gosok gigi secara teratur. Cukup dengan gosok gigi secara benar dan rutin kita bisa mendapatkan manfaat yang sangat besar. Maka dari itu ayo kita ubah perilaku kita, mulai dari diri kita. Yang tadinya malam hari kita malas untuk gosok gigi, mulai dari sekarang kita ubah. Kita mulai dari hal yang kecil yaitu dengan gosok gigi, kita akan mendapatkan hasil yang sangat besar. Jangan lupa, pengetahuan, perubahan perilaku jangan sampai berhenti di kita saja, tapi kita sebarkan ke orang-orang terdekat kita. Terutama orang-orang yang kita sayangi.