Deteksi Dini Tumor Otak

dr. Andrianto Purnawan, Sp.BS – Kebanyakan orang pasti takut dan disertai perasaan cemas saat mendengar tentang tumor otak. Kadangkala muncul kekhawatiran, apakah saya terkena tumor otak? Apa yang seharusnya dilakukan untuk mendeteksi keberadaan tumor otak? Bagaimana cara pencegahannya? Apakah ada makanan tertentu yang harus dihindari? Serta masih banyak lagi pertanyaan lain tentang tumor otak.

Tumor otak adalah pertumbuhan secara abnormal dari jaringan otak yang mengganggu fungsi otak. Berdasarkan keganasannya, tumor otak dibagi dua yaitu yang bersifat ganas (kanker) atau jinak. Berdasarkan asal tumornya, tumor otak dibagi dua yaitu primer (tumor berasal dari sel otak) dan sekunder (tumor berasal dari organ lain yang kemudian menyebar ke otak).

 

Gejala Tumor Otak

  1. Gejala Umum

Gejala umum tumor otak timbul karena peningkatan tekanan dalam rongga tengkorak (tekanan intra kranial). Ini terjadi karena pertumbuhan tumor, pembengkakan jaringan sekitar tumor (peritumoral edema), atau karena sumbatan aliran cairan otak oleh tumor (hidrosefalus obstuktif).

Gejala yang sering muncul adalah nyeri kepala (headache), mual, muntah, pandangan kabur, gangguan keseimbangan, gangguan perilaku, kejang, penurunan kesadaran hingga koma. Gejala khas nyeri kepala pada tumor adalah nyeri kepala muncul pada pagi hari dan berkurang pada siang hari, nyeri kepala yang berangsur-angsur bertambah berat dengan peningkatan dosis obat penghilang sakit yang diminum, nyeri kepala disertai muntah (projectile), kadangkala disertai kejang sampai penurunan kesadaran.

  1. Gejala Spesifik

Gejala ini ditimbulkan sesuai dengan lokasi tumor. Tumor yang menekan bagian otak besar yang mengontrol kekuatan otot berakibat kelumpuhan tubuh pada satu sisi. Tumor yang menekan bagian otak besar yang bertanggung jawab terhadap fungsi bahasa menyebabkan gangguan bicara dan pengertian bahasa. Tumor yang mengenai otak kecil mengakibatkan kesulitan berjalan. Tumor pada bagian tengah dan belakang otak besar dapat mengenai saraf penglihatan yang mengakibatkan gangguan lapang pandang, hingga kehilangan penglihatan.

 

Pemeriksaan Dini Tumor Otak

Pada pasien yang dicurigai adanya tumor otak, maka dokter yang berkompeten akan melakukan pemeriksaan neurologis mendalam untuk mengetahui ada atau tidaknya tumor otak. Kemudian dilakukan Pencitraan otak.

Beberapa macam pencitraan untuk mengetahui keberadaan tumor otak :

a.   Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Gambaran otak yang dihasilkan MRI lebih detail dibandingkan pemeriksaan CT Scan. MRI dengan kontras akan menghasilkan data tambahan yang lebih akurat mengenai tumor otak.

b.   Magnetic Resonance Angiography (MRA)

Pemeriksaan MRA penting untuk melihat konfigurasi pembuluh darah otak, jumlah pembuluh darah otak disekitar tumor, yang akhirnya dapat membantu dokter bedah saraf dalam proses operasi pengangkatan tumor.

c.   Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS)

MRS mengukur interaksi gelombang radio dengan zat kimia dalam darah juga memberikan gambaran grafik zat-zat tertentu pada lokasi yang dicurigai, sehingga memberikan petunjuk jenis tumor yang ada. Pemeriksaan ini dilakukan pasca operasi untuk menentukan apakah kelainan yang ditemukan merupakan tumor atau jaringan parut pascaoperasi.

d.   Magnetic Resonance Perfusion (Perfusion MRI)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat jumlah darah yang melewati bagian otak. Tumor yang tumbuh cepat mempunyai aliran darah yang semakin meningkat. Perfusion MRI digunakan untuk menentukan bagian tumor yang akan dibiopsi dan melihat daerah tumor pasca operasi.

e.   Functional MRI (FMRI)

Tipe MRI baru ini melihat bagian-bagian otak yang bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi tertentu. Pasien diminta untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti menggerakkan tangan, atau berpikir.

f.   Computed Tomography (CT) Scan

CT Scan digunakan sebagai alternatif MRI belum tersedia atau bila ada kontraindikasi pada individu tertentu, seperti orang dengan alat pacu jantung, dengan implan logam, atau orang yang takut akan ruang sempit dan bunyi bising yang terjadi saat MRI.

g.   Computed Tomography Angiography (CTA)

CTA dilakukan untuk melihat pembuluh darah dengan menyuntikkan zat kontras. CTA memberikan gambaran pembuluh darah dalam dan sekitar tumor yang lebih detil dibandingkan dengan MRA.

h.   Positron Emission Tomography (PET) Scan

PET Scan adalah pemeriksaan dengan menyuntikkan zat gula radioaktif ke dalam darah. Karena tumor tumbuh lebih cepat dari sel normal, maka sel tumor menyerap gula lebih banyak. Dengan pemindai PET Scan, akan terlihat bagian-bagian tubuh dengan aktivitas yang meningkat (tumor). Selain untuk melihat sebaran tumor, PET Scan juga digunakan untuk evaluasi pasca operasi, membedakan apakah bagian yang abnormal pada MRI merupakan tumor atau jaringan parut pasca operasi.