Budaya Cuci Tangan Menyelamatkan Kehidupan

dr. Hesty Lusinta, Sp.MK – Tau nggak sih? Pentingnya tangan kita selalu bersih atau pentingnya kebersihan tangan itu? Jelas penting yaa. Mengapa? Karena kuman ada dimana-mana, khususnya di rumah sakit, dan tidak terlihat dengan mata telanjang. Tangan adalah anggota tubuh yang paling sering berkontak dengan orang lain atau benda-benda di sekitar kita. Sehingga melalui tangan dapat dipindahkan kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kebersihan tangan.

Kebersihan tangan yang baik dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau cairan antiseptik berbasis alkohol.

Lalu kapan kita cuci tangan? Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melakukan cuci tangan pada saat :

  1. Sebelum makan;
  2. Setelah BAB / BAK;
  3. Setelah bepergian;
  4. Setelah menjenguk orang sakit; dan
  5. Jika tangan tampak kotor.

6 (Enam) Langkah Cuci Tangan Yang Benar :

  1. Tuangkan cairan antiseptik berbasis alkohol ke telapak tangan dan ratakan dengan cara menggosok kedua telapak tangan.
  2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan telapak tangan kanan, dan sebaliknya.
  3. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari tangan.
  4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci dan saling menggosok.
  5. Genggam ibu jari tangan kiri dengan tangan kanan, gosok berputar, dan sebaliknya.
  6. Gosok dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri, dan sebaliknya.

Kebersihan tangan di rumah sakit juga perlu diperhatikan, demi menekan angka infeksi, seluruh petugas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro akan melaksanakan budaya kebersihan tangan dengan sungguh-sungguh, karena ini adalah salah satu cara paling sederhana untuk menjaga keselamatan pasien. Petugas harus melaksanakan cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien. Selama ada di RS, baik sebagai pasien, pengunjung, diwajibkan dapat melaksanakan budaya cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien. Selama ada di rumah sakit, baik sebagai pasien, pengunjung diwajibkan dapat melaksanakan budaya cuci tangan.

Kapan Petugas Melakukan Cuci Tangan?

  1. Sebelum kontak pasien;
  2. Sebelum tindakan aseptik;
  3. Setelah kontak darah dan cairan tubuh;
  4. Setelah kontak pasien; dan
  5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.