Begini Ciri-Ciri Bell’s Palsy

dr. Adika Mianoki, Sp.S – Apakah Anda pernah mengalami wajah tiba-tiba perot dan tidak simetris, lidah tidak lagi merasa, dan kelopak mata sebelah tidak bisa ditutup ? Apakah itu gejala stroke ? Belum tentu. Bisa jadi itu adalah kondisi penyakit yang disebut Bell’s Palsy.

Pengertian Bell’s Palsy

Bell’s Palsy (BP) merupakan kejadian akut (mendadak), unilateral (terjadi pada satu sisi bagian tubuh), paralisis saraf fasial (saraf wajah) tipe  lower motor neuron  (terjadi pada saraf tepi), yang secara gradual mengalami perbaikan  pada 80-90 % kasus.

Penyebab BP tidak diketahi, diduga penyakit ini merupakan bentuk polineuritis dengan kemungkinan disebabkan karena virus, inflamasi, autoimun, dan iskemik. Peningkatan kejadian berimplikasi pada kemungkinan infeksi HSV type I dan reaksi herpes zooster dari ganglia nervus kranialis.

Bell’s Palsy  merupakan satu dari penyakit neurologis tersering yang melibatkan saraf kranialis, dan penyebab tersering (60-75%) dari kasus paralisis fasialis unilateral akut di dunia.  Kelainan ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa, orang dengan DM, dan wanita hamil.

Ciri-ciri Bell’s Palsy

Ciri-ciri gejalanya meliputi :

  • Kelumpuham otot-otot wajah unilateral (satu sisi wajah)
  • Tidak mampu menutup mata
  • Nyeri pada daerah telinga dan belakang telinga (60%)
  • Gangguan pengecapan (57%)
  • Hiperakusis (30%)
  • Kesemutan pada dagu dan mulut
  • Nyeri daerah sekitar mata
  • Penglihatan kabur

Gejala-gejala di atas dapat berlangsung ringan maupun berat. Beberapa gejala cukup mengganggu dan membuat pasien tidak nyaman. Kelumpuhan otot-otot wajah menyebabkan wajah pasien tidak simetris dan tampak perot. Selain itu juga tidak jarang menimbulkan lidah tidak berasa serta gangguan saat makan karena minum atau makanan cair menetes (Jawa : ndlewer) dari sisi bibir yang mengalami kelumpuhan. Gangguan pada mata juga cukup mengganggu, menyebabkan mata kesulitan utuk berkedip sehingga terasa perih dan menimbulkan pandangan kabur.

Beda Bell’s Palsy dengan Stroke

Gejala kelainan yang terjadi pada wajah penderita BP hampir mirip dengan gejala stroke. Wajah perot yang terjadi pada penderita BP sering dikira suatu serangan stroke. Namun sebenarnya dua hal ini sangat berbeda. Perbedaan antara BP dan stroke antara lain :

(1). Pada BP yang mengalamai kerusakan adalah saraf tepi, sedangkan pada stroke yang mengalami keruskan adalah saraf pusat sehingga menimbulkan gejala yang lebih berat dan kondisi yang lebih berbahaya.

(2). Pada BP gejala yang muncul diakibatkan pada saraf VII saja yang mempersarafi bagian wajah. Sedangkan stroke gejalanya sangat bervariasi   tergantung lokasi kerusakan saraf pusat yang ada di otak. Oleh karena itu gejala perot pada stroke umumnya disertai gejala yang lain seperti kelumpuhan separuh badan, kesulitan berbicara, gangguan dalam berbahasa dan komunikasi, gangguan memori, dan gangguan kelainan saraf yang lain. Nah, gejala-gejala ini tidak terjadi pada BP.

(3). Stroke disebabkan oleh kelainan vaskular (pembuluh darah) di otak. Oleh karena itu stroke terjadi pada pasien yang memiliki risiko terjadinya kerusakan pembuluh darah otak seperti pada pasien usia lanjut, penderita hipertensi, diabetes, penyakit jantung, obesitas, orang yang merokok, dll. Faktor risiko ini tidak berpengaruh pada kejadian BP.

Namun, tentu perlu informasi yang lengkap dan pemeriksaan yang cermat untuk membedakan stroke dan BP. Oleh karena itu apabila mengalami ciri-ciri gejala di atas, hendaknya segera periksa ke dokter spesialis saraf agar mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai. Semoga bermanfaat.