Bahaya Merokok Terhadap Kesehatan Tubuh

Nur Dewi Padmawati, AMK – Apa itu MEROKOK? Membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik yang telah dibentuk rokok maupun menggunakan pipa.

Mengapa Rokok Berbahaya?

Setiap rokok / cerutu mengandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia, dimana  400 dari bahan-bahan tersebut dapat meracuni dan 40 dari bahan tersebut dapat menyebabkan kanker.

Efek Samping dari Merokok?

Gejala Ketagihan Merokok

–    Sembelit

–    Batuk dan tenggorokan kering

–    Kesulitan berkonsentrasi

–    Susah tidur

–    Emosi labil

–    Sakit kepala

–    Kelelahan

–    Hasrat besar untuk merokok

Penyakit Akibat Merokok

–    Kanker mulut

–    Kanker paru

–    Penyakit jantung

–    Stroke

–    Kemandulan

–    Impotensi

–    Bronchitis

–    Kanker payudara

–    Osteoporosis

Tips Berhenti Merokok

  • Memiliki niat dan motivasi
  • Minum banyak air  atau  juice buah
  • Mengunyah permen
  • Melakukan latihan nafas panjang
  • Olahraga
  • Konseling
  • Makan-makanan yang sehat dan bergizi
  • Cari dukungan dari orang terdekat atau sesama perokok yang ingin berhenti merokok
  • Berhenti merokok seketika

Kalau Berhenti Merokok Apa Dampaknya?

Menurut badan kesehatan PBB, WHO (World Health Organization) berhenti merokok memicu rangkaian perubahan positif pada tubuh yang berlangsung hingga bertahun-tahun.

  • 12 jam : tingkat kadar karbonmonoksida di dalam darah kembali normal.
  • 2 pekan hingga 3 bulan : risiko serangan jantung makin menurun. Fungsi paru-paru mulai membaik.
  • 1 tahun 9 bulan : batuk dan kondisi nafas pendek makin berkurang.
  • 1 tahun : risiko tambahan sebagai perokok yaitu penyakit jantung koroner sudah berkurang hingga separo.
  • 5 tahun : risiko stroke berkurang hingga setara orang yang bukan perokok. Berkurangnya risiko ini bisa tercapai dalam jangka waktu antara 5-15 tahun.
  • 10 tahun : risiko kematian akibat kanker paru berkurang hingga separo dari yang dihadapi perokok. Risiko kanker mulut, tenggorokan, ginjal, limpa dan pankreas juga berkurang.
  • 15 tahun : risiko terkena penyakit jantung koroner sudah kembali sama seperti orang yang tidak merokok.