Bagaimana Menghilangkan Kecanduan Terhadap Narkoba

dr. H. Abu Haris Assidiqie, Sp. KJ – Tahap- tahap rehabilitasi bagi pecandu narkoba :

  1. Tahap Rehabilitasi Medis (Detoksifikasi)

Tahap ini pecandu diperiksa seluruh kesehatannya baik fisisk dan mental oleh dokter terlatih. Dokterlah yang memutuskan apakah pecandu perlu diberikan obat tertentu untuk mengurangi gejala putus zat (sakau) yang ia derita. Pemberian obat tergantung dari jenis narkoba dan berat ringannya gejala putus zat. Dalam hal ini dokter butuh kepekaan, pengalaman, dan keahlian guna mendeteksi gejala kecanduan narkoba tersebut.

  1. Tahap Rehabilitasi Non-medis

Tahap ini pecandu ikut dalam program rehabilitasi. Di Indonesia sudah dibangun tempat-tempat rehabilitasi, sebagai contoh di bawah BNN adalah tempat rehabiltasi di daerah Lido (Kampus Unitra), Baddoka (Makasar), dan Samarinda. Di tempat rehabilitasi ini, pecandu menjalani berbagai program di antaranya program therapeutic communities (TC), 12 step (dua belas langkah, pendekatan keagamaan, dan lain-lain).

  1. Tahap Bina Lanjut (After Care)

Tahap ini pecandu diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat untuk mengisi kegiatan sehari-hari, pecandu dapat kembali ke sekolah atau tempat kerja namun tetap berada dibawah pengawasan.

Untuk setiap tahap rehabiliatsi diperlukan pengawasan dan evaluasi secara terus menerus terhadap proses pulihan seorang pecandu. Dalam penanganan pecandu narkoba, di Indonesia terdapat beberapa metode terapi dan rehabilitasi yang digunakan yaitu :

  1. Cold Turkey :

Artinya seorang pecandu langsung menghentikan penggunaan narkoba / zat adiktif. Metode ini merupakan metode tertua, dengan mengurung pecandu dalam masa putus obat tanpa memberikan obat-obatan. Setelah gejala putus obat hilang, pecandu dikeluarkan dan di ikut sertakan dalam sesi konseling (rehabilitasi nonmedis). Metode ini banyak digunakan oleh beberapa panti rehabilitasi dengan pendekatan keagamaan dalam fase detokdifikasinya.

  1. Metode Alternatif Terapi Substitusi Opioda

Hanya digunakan untuk pasien-pasien ketergantungan heroin (opiada). Untuk pengguna opida hard core addict (pengguna opioda suntikan), pecandu biasanya mengalami kekambuhan kronis sehingga perlu berulang kali menjalani terapi ketergantungan.

Kebutuhan heroin (Narkotika ilegal) diganti (substitusi) dengan narkotika legal. Beberapa obat yang sering digunakan adalah kodein, bufrenorphin, metadone, dan nalrekson. Obat-obatan ini digunakan sebagai obat detoksifikasi, dan diberikan dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan pecandu, kemudian secara bertahap dosisnya di turunkan. Keempat obat di atas telah banyak beredar di Indonesia dan perlu adanya kontrol penggunaan untuk menghindari adanya penyimpangan / penyalahgunan obat-obatan ini yang akan berdampak fatal.

  1. Therapeutic Community (TC)

Metode ini mulai digunakan pada akhir 1950 di Amerika Serikat. Tujuan utamanya adalah menolong pecandu agar mampu kembali ke tengah masyarakat dan dapat kembali menjalani kehidupan yang produktif. Program TC merupakan program yang disebut Drug Free Self Help Program. Program ini mempunyai sembilan elemen yaitu partisipasi aktuf, feedback dari keanggotaan, role modeling, format kolektif untuk perubahan pribadi, sharing norma dan nilai-nilai, struktur dan sistem, komunikasi terbuka, hubungan kelompok dan penggunaan terminologi unik. Aktivitas dalam TC akan menolong peserta belajar mengenal dirinya melalui lima area pengembangan kepribadian yaitu manajemen perilaku, emosi/psiologis, intelektual 7 spiritual, vocasional dan pendidikan, ketrampilan untuk bertahan bersih dari narkoba.

  1. Metode 12 Steps

Di Amerika Serikat, jika sesorang kedapatan mabuk atau menyalahgunakan narkoba, pengadilan akan memberikan hukuman untuk mengikuti program 12 langkah. Pecandu yang mengikuti program ini dimotivasi untuk mengimplementasikan ke 12 langkah ini dalam kehidupan sehari-hari.