Baby Blues Sydrome

Naning Wulandari, SST – Baby Blues Syndrome disebut juga Postpartum Distress Syndrome yakni sebuah kondisi yang dialami wanita berupa munculnya perasaan gundah dan sedih berlebihan yang dialami ibu setelah melahirkan. Umumnya, kondisi ini memburuk di 3-4 hari pasca melahirkan dan hanya terjadi pada 14 hari pertama pasca melahirkan.

Penyebab :

  1. Perubahan hormon;
  2. Rasa bosan;
  3. ASI tidak keluar;
  4. Stress mendengar tangisan bayi;
  5. Rasa sakit persalinan / operasi;
  6. Kurangnya dukungan keluarga;
  7. Rasa takut kehilangan bayi;
  8. Tidak adanya orang yang membantu merawat bayi;
  9. Merasa tidak mampu merawat bayi / menjadi ibu yang baik; dan
  10. Permasalahan dengan anak yang lain / keluarga.

Gejala :

  1. Tidak dapat berkonsentrasi dan gangguan tidur;
  2. Lemah dan tidak nafsu makan;
  3. Perasaan bersalah dan tidak berharga;
  4. Dipenuhi rasa sedih dan depresi yang disertai menangis tanpa sebab;
  5. Menjadi tidak peduli dengan bayi / terlalu mengkhawatirkan bayinya; dan
  6. Perasaan takut menyakiti diri sendiri atau bayinya.

 Klasifikasi Post Partum Blues :

  1. Depresi ringan : tidak perlu penanganan khusus.
  2. Depresi sedang : pada tipe ini bunuh diri merupakan hal yang berbahaya. Membutuhkan penanganan profesional.
  3. Depresi berat : sangat dibutuhkan bantuan profesional.

 Penatalaksanaan :

  1. Melakukan persiapan melahirkan mulai dari fisik, mental, dan materil.
  2. Mencari banyak informasi seputar persalinan penting dilakukan ibu agar tidak “kaget” saat mulai merawat si kecil.
  3. Berbagi beban bersama pasangan adalah cara terbaik untuk menghindari Baby Blues Syndrome (support keluarga).
  4. Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lain melalui komunitas online maupun dengan sahabat yang juga seorang ibu.
  5. Memperhatikan pola makan dan istirahat secara cukup agar kondisi tubuh selalu sehat.
  6. Berusaha untuk selalu berpikiran positif adalah kunci untuk terhindari dari Baby Blues Syndrome.
  7. Selalu berdoa kepada Allah, iklas dan tulus.

“Dukungan suami, keluarga dan lingkungan merupakan kunci utama dalam penatalaksanaan Baby Blues Syndrom”.