Alergi Dapat Menurunkan Kualitas Hidup

dr. Arief Purnanta, Sp.THT – Hingga saat ini gejala alergi masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Secara medis penyakit ini dinamakan dengan istilah Rintis Alergi (RA). Sebagian besar penderita penyakit ini adalah anak-anak dan menunjukkan kenaikan jumlah penderita terutama bagi mereka yang tingal di daerah perkotaan karena diyakini bahwa daerah perkotaan memiliki lebih banyak debu organik yang merupakan pemicu alergi. Waspadai penyakit ini karena dapat mengakibat pada penurunan kualitas hidup.

Penyakit rintis alergi merupakan penyakit yang sulit disembuhkan. Pengobatannya sendiri memerlukan waktu lama dan masih berkisar pada masalah menghilangkan gejala penyakit saja seperti dengan seperti dengan menggunakan anti-histamine yang juga berperan untuk mencegah sel eosinofil infiltrasi ke jaringan.

Secara medis RA merupakan proses peradangan mukosa hidung akibat dari hipersensitivitas mukosa hidung akibat dari hipersensitivitas mukosa hidung terhadap allergen, dengan gejala-gejala utama seperti bersin-bersin, gatal pada hidung, sumbatan pada hidung, dan sekresi hidung encer.

Terdapat beberapa tindakan medis yang biasa dilakukan untuk para penderita alergi, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Edukasi yakni dengan cara memberikan informasi-informasi seputar masalah alergi, maka diharapkan masyarakat yang memiliki riwayat atopi. Jika sudah diketahui penyebab alergi, maka diharapkan masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan untuk bisa menghindar zat-zat alergen. Supaya diketahui bahwa alergen bisa berupa hirupan, makanan dan injektan.
  2. Pemberian citerizine penderita atopi usia dini dapat mengurangi timbulnya gejala asthma dan urticaria.
  3. Medikamentosa yakni antihistamin yang merupakan obat lini pertama pada RA, sedangkan citerixine merupakan antihistamin generasi kedua yang cukup baik dan aman. Citerixine selain sebagai obat anti alergi juga mempunyai kemampuan anti inflamasi, dekongestan dan relative non-sedasi. Pemberian antihistamin kombinasi dengan antibiotika dianjurkan jika diperkirakan gejalanya datang bersamaan dengan adanya infeksi.
  4. Desensitisasi yakni diberikan apabila pengobatan dengan medikamentosa kurang memberikan hasil nyata.
  5. Tindakan pembedahan harus diperhatikan adakan penyakit imunidefisiensi yang mendasari terjadi sinusitis kronis. Tindakan FESS perlu dilakukan untuk menjaga fungsi ostium supaya tetap terjaga dengan baik.

Mengingat begitu banyaknya penderita alergi dan sekaligus bahaya dan dampaknya yang begitu nyata, maka sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter ahli jika diketahui adanya gejala-gejala alergi yang bisa dikenali. Salah satu yang bisa menjadi rujukan adalah Poliklinik Alergi Imunologi RSST Klaten. Di Poliklinik ini anda akan mendapatkan pelayanan diagnosa alergi untuk mengenali alergen, selanjutnya dilakukan pencegahan sampai pada tahap pengobatan.